Di masa sekarang ini banyak orang yang berpikir untuk investasi. Banyak juga orang mengatakan investasi tanpa jelas dan mengerti apa itu investasi dan apa contoh investasi.
Investasi adalah penundaan konsumsi dari masa sekarang untuk masa yang akan datang yang di dalamnya terkandung resiko, untuk itu dibutuhkan suatu kompensasi atas penundaan tersebut, dalam bentuk keuntungan.
.
.
Alasan seseorang mau berinvestasi ialah:
1. Adanya tujuan keuangan yang ingin dicapai, seperti: membeli rumah, membeli mobil, dll.
2. Untuk melindungi kekayaan dari inflasi
2. Untuk melindungi kekayaan dari inflasi
3. Untuk konsumsi di masa depan yang lebih besar
4. Pembayaran yang tidak menentu di masa depan
5. Untuk berjaga-jaga.
6. Menyiapkan dana untuk pensiun
7. Menyiapkan dana untuk diwariskan
.
6. Menyiapkan dana untuk pensiun
7. Menyiapkan dana untuk diwariskan
.
Secara umum dalam berbagai buku mengenai investasi , investasi dibagi menjadi dua bagian besar yaitu :
1. investasi pada aktiva riil (real asset)
Investasi ini dilakukan pada aktiva yang bisa terlihat
dan dapat diukur secara jelas misalnya investasi dengan membeli properti, tanah, batu mulai, emas dan sebagainya. Investasi seperti ini resikonya relatif
lebih kecil karena aktivanya riil, tetapi tingkat pengembaliannya juga
seringkali lebih kecil daripada aktiva keuangan.
2. investasi pada aktiva keuangan (financial asset)
Investasi ini dilakukan pada aktiva bersifat keuangan seperti deposito, saham, obligasi dan derivatif dari saham. Investasi seperti ini resikonya umumnya lebih tinggi daripada investasi riil karena investor hanya akan mendapatkan surat bukti misalnya sertifikat reksadana atau pencatatan sebagai pemegang saham. Investasi pada aktiva keuangan ini sendiri diperdagangkan pada dua kategori berdasarkan lamanya masa berlaku dari instrumennya. Instrumen aktiva keuangan yang kurang dari 1 (satu) tahun diperdagangkan di Pasar Uang misalnya Sertifikat Bank Indonesia(SBI), Commmercial Paper. Sedangkan instrumen yang bersifat jangka panjang diperdagangkan di Pasar Modal seperti Obligasi, Saham , derivatif saham dan Reksadana.
Hal mendasar yang perlu dipertimbangkan sebelum berinvestasi:
1. Tujuan atau kebutuhan secara spesifik, misalnya untuk pendidikan anak, memiliki rumah, dll
2. Seberapa besar dana yang akan dibutuhkan untuk tujuan dimaksud
3. Kapan kebutuhan itu diperlukan dan jangka waktu (berapa lama) untuk mencapai waktu tersebut
4. Pilihan/alternatif investasi yang tersedia untuk mencapai tujuan tersebut
5. Strategi mencapai tujuan tersebut.
Hal mendasar yang perlu dipertimbangkan sebelum berinvestasi:
1. Tujuan atau kebutuhan secara spesifik, misalnya untuk pendidikan anak, memiliki rumah, dll
2. Seberapa besar dana yang akan dibutuhkan untuk tujuan dimaksud
3. Kapan kebutuhan itu diperlukan dan jangka waktu (berapa lama) untuk mencapai waktu tersebut
4. Pilihan/alternatif investasi yang tersedia untuk mencapai tujuan tersebut
5. Strategi mencapai tujuan tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar