Reksadana - Investasi untuk Pemula

Minggu, 11 November 2018

Reksadana


Reksadana adalah suatu wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor) yang mempunyai tujuan investasi yang sama, untuk selanjutnya diinvestasikan kembali dalam portfolio efek berdasarkan kebijakan manajer investasi. (UU Pasar Modal no 8 tahun 1995) 

Karakteristik Reksadana 
1. Kumpulan dana dan pemilik, dimana pemilik reksadana adalah berbagi pihak yang menginvestasikan dananya ke reksadana dengan berbagai variasi. 
2. Diinvestasikan kepada efek yang dikenal dengan instrumen investasi. 
3. Reksadana tersebut dikelola oleh manajer investasi (lembaga/perseorangan) 
4. Reksadana merupakan intrumen investasi jangka panjang dan menengah (Manurung,1-5,2003) 

Jenis-Jenis Reksadana Berdasarkan Tingkat Pengembalian Dan Resiko 

1. Reksa Dana Pendapatan Tetap ( RDPT ) Reksadana yang melakukan sebagian besar investasinya (>80%) dalam bentuk efek yang bersifat utang, misalnya obligasi Karakteristiknya: - Mempunyai risikoyang rendah - Bertujuan untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang pasti - Berpotensi memperoleh hasil investasi yang lebih tinggi dari Reksadana Pasar uang - Cocok untuk investor yang memiliki toleransi resiko moderat, jangka waktu investasi menengah ( lebih dari 1 tahun) dan menginginkan hasil investasi yang lebih pasti atau stabil 

2. Reksa Dana Saham ( RDS) Reksadana yang melakukan sebagian besar investasinya (>80%) dalam bentuk efek bersifat ekuitas (saham) Karakteristiknya: - Bertujuan untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang tinggi - Mempunyai risiko yang cukup tinggi Cocok untuk investor yang memiliki toleransi resiko tinggi, jangka waktu investasi panjang ( lebih dari 5 tahun) dan menginginkan pertumbuhan dananya dalam jangka panjang.

3. Reksa Dana Campuran (RDC) Reksadana yang melakukan investasi dalam efek bersifat ekuitas dan efek bersifat utang dengan perbandingan tertentu sesuai dengan kebijakan Manajer Investasi Karakteristiknya - Lebih fleksibel dalam pengelolaan - Tingkat pengembalian yang relative lebih tinggi dibandingkan dengan (RDPT) - Mempunyai resiko yang lebih moderat - Cocok untuk investor yang mempunyai tingkat toleransi resiko moderat, jangka waktu investasi menengah dan menginginkan pertumbuhan dananya dalam jangka menengah 

Kelebihan Reksa Dana - Likuiditas - Bebas pajak - Diversifikasi investasi - Biaya operasional relative rendah - Minimum investasi yang rendah - Transparan  
Sifat Reksadana 1. Reksadana bersifat tertutup - Tidak dapat membeli kembali saham yang telah dijual kepada pemodal - Harga sahamnya berubah-ubah mengikuti mekanismen pasar - Harga saham tidak selalu sama dengan nilai aktiva bersih (NAB) 2. Reksadana bersifat terbuka - Dalam bentuk kontrak investasi kolektif (KIK) - Ditawarkan kepada pemodal sampai jumlah tertentu yang ditetapkan dalam prospektus penawaran - Pemodal dapat menjual kembali unit penyertaannya kepada manajer investasi - Pembayaran atas penjualan unit penyertaan kembali/redemption tidak boleh lebih dari 7 hari bursa sejak diajukan permintaan redemption
Cara Memilih Reksadana - Menentukan tujuan investasi, dimana dalam tahapan ini sudah terkandung bahwa dana yang dimiliki untuk investasi jangka menengah atau panjang - Menentukan resiko yang dapat ditolerir - Membandingkan sekelompok reksadana sejenis yang akan diinvestasikan - Mengenali pengelola reksadana, dengan membaca prospektus Mengetahui sponsor reksadana - Pengalaman mengelola dana ( track record yang baik)  - Kemudahan melakukan transaksi untuk membeli dan meredeem reksadana tersebut serta jasa pelayanan yang diberikan manajer investasi - Jumlah investor perorangan di reksadana yang bersangkutan. ( Manurung,46-51,2003)
Risiko Reksadana - Risiko berkurangnya NAB per unit penyertaan (NAB/unit) - Risiko politik dan Ekonomi - Risiko Wanprestasi - Risiko likuiditas ( Manurung,6-8,2003)

Sumber: Malinda, M. Investasi Keuangan dengan Pedoman Cukup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Halaman